-->

Notification

×

Iklan 100

Tag Terpopuler

SPI Cimahi Masuk Kategori Waspada, Ngatiyana: Integritas ASN dan Keamanan Harus Berjalan Bersama

Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:46:00 PM WIB Last Updated 2026-10-07T06:46:02Z

 


Cimahi, Nuansa Inspirasi.com – Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyoroti persoalan integritas aparatur sipil negara (ASN) sekaligus pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi, Selasa (6/10/2026).

Dalam arahannya, Ngatiyana menyampaikan bahwa nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Kota Cimahi tahun 2025 tercatat sebesar 77,01. Angka tersebut masih menempatkan Cimahi dalam kategori waspada, meskipun pemerintah daerah terus memperkuat langkah pencegahan gratifikasi melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Ngatiyana, hasil tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang membuat jajaran Pemkot Cimahi berkecil hati. Sebaliknya, nilai SPI harus dijadikan bahan introspeksi sekaligus evaluasi untuk memperbaiki berbagai hal yang masih berpotensi menimbulkan pelanggaran.

“Bagi saya, angka ini bukan untuk membuat kita berkecil hati. Ini adalah cermin. Artinya, masih ada ruang yang harus kita perbaiki,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan seluruh ASN agar senantiasa menjaga integritas dan tidak memberikan ruang bagi praktik gratifikasi maupun tindakan koruptif. Menurutnya, perilaku korupsi dalam skala besar umumnya tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi dapat berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap biasa atau dibiarkan.

Selain persoalan integritas, Ngatiyana turut menyinggung aspek keamanan dan perlindungan generasi muda. Hal itu berkaitan dengan pemusnahan sejumlah besar barang bukti berupa obat terlarang, minuman keras, serta knalpot brong yang sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban masyarakat.

Ngatiyana menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan tidak cukup hanya ditandai dengan kondisi kota yang tertib dan kondusif. Yang tidak kalah penting adalah memastikan anak-anak dan generasi muda tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk kenakalan remaja.

“Jangan sampai kita berhasil menjaga kotanya, tetapi kehilangan generasinya,” tegas Ngatiyana.

Ia meminta seluruh pihak memperkuat langkah pencegahan secara bersama-sama. Upaya menjaga generasi muda, menurutnya, tidak boleh hanya mengandalkan penindakan ketika persoalan sudah terjadi, tetapi harus dilakukan sejak dini melalui keterlibatan pemerintah, keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat dan berbagai unsur terkait. (Adita)