-->

Notification

×

Iklan 100

Tag Terpopuler

Kolaborasi dengan World Bank, Cimahi Percepat Target Pengurangan Sampah

Senin, 18 Mei 2026 | 6:10:00 AM WIB Last Updated 2026-07-02T01:42:25Z



Cimahi, Nuansa Inspirasi.comKomitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan mendapat dukungan melalui kunjungan Central Project Implementation Unit (CPIU), Central Project Management Unit (CPMU), dan tim World Bank dalam kegiatan Implementation Support Mission (ISM) Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP), Senin (18/5/2026).


Kegiatan diawali dengan audiensi dan diskusi di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi sebelum rombongan melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong. Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi sekaligus penguatan pelaksanaan Program ISWMP yang selama ini diimplementasikan Pemerintah Kota Cimahi bersama pemerintah pusat dan World Bank.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, tim pendamping ISWMP, serta jajaran Pemerintah Kota Cimahi.


Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama bagi daerah perkotaan, khususnya dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang telah mengalami kelebihan kapasitas. Oleh karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan mitra pembangunan menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.


“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan World Bank atas dukungan melalui Program ISWMP. Dukungan ini sangat penting dalam membantu Kota Cimahi memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.


Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kota Cimahi terus mengimplementasikan kebijakan Zero to TPA dengan mengedepankan pengurangan sampah sejak dari sumbernya, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir. Kebijakan ini dilaksanakan melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.


Pada pengelolaan sampah di tingkat hulu, pemerintah mendorong partisipasi masyarakat melalui kebijakan Hari Organik dan Hari Anorganik, serta melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam pembinaan pengelolaan sampah di tingkat RT. Di sisi lain, aspek teknis operasional terus diperkuat melalui pengoperasian TPST Santiong, sejumlah TPS 3R di berbagai wilayah, dan peningkatan kapasitas TPS yang telah ada guna meningkatkan efektivitas pengolahan sampah.


Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Cimahi juga menyatakan kesiapan mengoptimalkan kapasitas pengolahan di TPST Santiong hingga 85 ton per hari dan TPST Lebaksaat sebesar 10 ton per hari. Optimalisasi tersebut akan didukung dengan penambahan mesin pengolahan baru yang direncanakan mulai direalisasikan pada pertengahan tahun ini.


“TPST Santiong dan Lebaksaat selama ini masih dalam tahap uji coba dan evaluasi. Ke depan akan dilakukan peningkatan kapasitas dan penyempurnaan fasilitas agar operasional pengolahan sampah bisa berjalan lebih maksimal,” kata Ngatiyana.


Selain optimalisasi dua TPST tersebut, Pemerintah Kota Cimahi juga merencanakan penguatan pengolahan sampah berbasis kawasan melalui penyediaan mesin pengolahan berskala kecil di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan target pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA.


“Target kami jelas, yaitu mengurangi sampah semaksimal mungkin sebelum dibuang ke TPA. Karena itu, kami terus mendorong pengolahan sampah dari tingkat wilayah hingga kota,” tambahnya.


Ngatiyana juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah agar proses pengolahan dapat berlangsung lebih efektif serta mendukung terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.


Melalui Program ISWMP, Kota Cimahi turut memperoleh dukungan berupa kendaraan operasional yang meliputi kendaraan pengangkut sampah, mobil pikap, dan motor sampah untuk menunjang kegiatan pengelolaan sampah di lapangan.


Penguatan tidak hanya dilakukan pada aspek sarana dan prasarana, tetapi juga kelembagaan. Pemerintah Kota Cimahi menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada UPTD Pelayanan Persampahan serta memperkuat regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan retribusi daerah.


Melalui pelaksanaan Implementation Support Mission, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan mitra pembangunan diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi sekaligus melakukan evaluasi terhadap infrastruktur maupun sistem pengelolaan sampah yang telah dibangun agar dapat beroperasi secara optimal, efektif, dan berkelanjutan. Dengan sinergi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi optimistis target pengurangan sampah serta penerapan kebijakan Zero to TPA dapat diwujudkan secara bertahap sebagai upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Adita).